RUANG LINGKUP BIMBINGAN DAN KONSELING DI PAUD
Bimbingan
dan konseling merupakan bagian integral dari pendidikan di
Indonesia.Sebagai sebuah layanan profesional,kegiatan layanan bimbingan
dan konseling tidak bisa dilakukan secara
sembarangan,namun harus berangkat dan berpijak dari suatu landasan yang
kokoh,yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang
mendalam.
Pendidikan
anak usia dini adalah setara dengan pendidikan dasar,sehingga anak
didiknya juga memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling.UU RI
NO.20/2003 menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini dapat
diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal,nonformal, dan informal.
1. Pengertian bimbingan dan konseling
Bimbingan dan konseling adalah proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal.
a. Bimbingan adalah suatu proses,sebagai suatu proses kegiatan bimbingan.
b. Bimbingan
adalah bantuan,makna bantuan dalam bimbingan ialah mengembangakan
lingkungan yang kondusif bagi perkembangan peserta didik.
c. Bantuan
itu diberikan kepada perserta didik,peserta didik yang berikan bantuan
adalah individu yang sedang berkembang dengan keunikannya.
d. Tujuan
bimbingan adalah perkembangan optimal,perkembangan optimal adalah
perkembangan yang sesuai dengan potensi dan social tentang kehidupan
yang baik dan benar.
2. Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling
a. Prinsip secara umum,bimbingan dan konseling disekolah meliputi;
· Bimbingan dan konseling diperuntukan bagi semua peserta didik,baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah.
· Bimbingan
dan konseling sebagai proses individualisasi.setiap individu peserta
didik bersifat unik (berbeda satu sama lainnya),dan melalui bimbingan
konseling dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikan tersebut.
· Bimbingan
menekankan hal yang positif bimbingan merupakan cara untuk membangun
pandagan yang positif terhadap diri sendiri memberikan dorongan dan
peluang untuk berkembang.
· Bimbingan
dan konseling merupakan usaha bersama.Bimbingan bukan hanya tugas atau
tanggung jawab guru pembimbingtetapi juga tugas guru-guru dan kepala
sekolah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing mereka.mereka
bekerja sebagai teamwork.
· Pengambilan keputusan merupakan hal yang esensial dalam bimbingan dan konseling.Bimbingan diarahkan untuk membantu pesrta didik agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan.
· Tujuan
utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan konseling atau peserta
didik untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan.
· Bimbingan
dan konseling berlangsung dalam berbagai setting
(adegan)kehidupan.Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung
disekolah,tetapi juga dilingkungan keluarga,perusahaan atau social di lembaga-lembaga pemerintahan/swasta dan lain-lain.
· Bimbingan
di PAUD dilaksanakan oleh semua guru kelas yang memberikan bimbingan di
PAUD adalah guru kelas sekaligus merangkap jadi konselor.
b. Secara khusus,prinsip bimbingan dan konseling disekolah,meliputi;
1. Prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan
Bimbingan dan konseling melayani semua individu tanpa memandang umur,jenis kelamin,suku,agama dan status social ekonomi.
2. Prinsip berkenaan dengan permasalahan individu
Bimbingan
dan konseling yang berhubungan dengan hal-hal yang menyangkutb pengaruh
kondisi metal individu terhadap penyesuaian dirinya sendiri.
3. Prinsip berkenaan dengan pelaksanaan layanan
Keputusan yang diambil dan dilakukan oleh diri sendiri bukan karena kemauan atau desakan dari pembimbing atau pihak lain.
4. Prinsip berkenaan dengan program layanan
Program bimbingan dan konseling harus fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan individu,sekolah dan masyarakat.
Program bimbingan dan konseling disusun secara berkelanjutan.
3. Fungsi Bimbingan dan Konseling
Berdasarkan pengertian dan tujuan yang ingin di capai layanan bimbingan dan konseling dapat berfungsi sebagai berikut :
a. Fungsi
pemahaman, yaitu fungsi bimbingan konseling yang akan menghasilkan
pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan
keperluan pengembangan peserta didik, pemahaman itu meliputi :
1. Pemahaman tentang diri peserta didik, terutama oleh peserta didik sendiri, orang tua, guru, dan pembimbing.
2. Pemahaman
tentang lingkungan peserta didik termasuk lingkungan keluarga dan
sekolah terutama oleh peserta didik sendiri, orang tua, guru dan
pembimbing.
3. Pemahaman
tentang lingkungan yang lebih luas termasuk di dalamnya informasi
pendidikan, informasi jabatan atau pekerjaan, dan informasi budaya atau
nilai-nilai terutama oleh peserta didik.
b. Fungsi
pencegahan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan
tercegahnya/terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang
akan dapat mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan
kesulitan-kesulitan dalam proses perkembangannya.
c. Fungsi
perbaikan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan
teratasinya berbagai permasalahan yang dialami oleh peserta didik.
d. Fungsi
pemeliharaan dan perkembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling
yang akan menghasilkan terpelihara dan terkembangnya berbagai potensi
dan kondisi positive peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya
secara mantap dan berkelanjutan.
Fungsi-fungsi
tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai jenis layanan
bimbingan dan konseling sehingga diharapkan mencapai hasil sebagaimana
terkandung di dalam masing-masing fungsi tersebut. Setiap layanan dalam
kegiatan bimbingan dan konseling harus mengacu pada satu atau lebih dari
fungsi-fungsi yang telah di jabarkan diatas agar hasil yang hendak di
capai secara jelas dapat di identifikasi dan di evaluasi.
4. Azas dan Bimbingan Konseling
a. Azas Kerahasiaan,
yaitu azas bimbingan dan koseling yang menuntut dirahasiakan segenap
data dan keterangan tentang peserta didik yang menjadi sasaran
pelayanan, yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak
diketahui orang lain. Terjamin kerahasiaan semua data dan berkewajiban
memelihara dan dijaga oleh guru pembimbing.
Contoh : Membeberkan nama baik peserta didik kepada orang lain tentang perbuatan jeleknya.
b. Azas
kesukarelaan, yaitu azas bimbingan dan konseling yang menghendaki
adanya kesukaan dan kerelaan peseta didik mengikuti/menjelajahi
(bereksplorasi) pelayanan/kegiatan yang diperlukan baginya. Hal ini guru
pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan
tersebut.
Contoh : Pramuka.
c. Azas
keterbukaan, yaitu azas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar
peserta didik yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka
dan tidak berpura-pura, baik dalam memberikan keterangan tentang dirinya
sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar
yang berguna bagi pengembangan dirinya. Keterbukaan ini sangat
keterkaitan pada keselenggaraanya atas kerahasian dan adanya
kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran
pelayanan/kegiatan agar peserta didik dapat terbuka dengan guru terlebih
dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura.
Contoh: Terbuka dalam segala hal jangan ada kebohongan dihati dan berterus terang.
d. Azas
kegiatan, yaitu azas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar
peserta didik yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan berpartisipasi
secara aktif dalam setiap penyelengaraan kegiatan bimbingan.dalam hal
ini guru harus perlu mendorong dan membimbing peserta didik untuk aktif
dalam setiap kegiatan bimbingan dan konseling yang disediakan.
e. Azas
kemandirian, yaitu yang menunjuk pada tujuan umum, bimbingan dan
konseling pada peserta didik pada sasaran pelayanan bimbingan dan
konseling diharapkan menjadi individu-individu yang mandiri dengan
ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri serta lingkungannya, mampu
mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Dalam
hal ini guru pembimbing mampu mengarahkan segenap pelayanan BK yang di
selenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik.
f. Azas
kekinian, yaitu menghendaki agar objek sasaran pelayanan BK adalah
permasalahan individu dalam kondisinya sekarang. Kegiatan yang berkenaan
dengan masa depan kondidsi masa lampau pun dilihat dampak dan kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang.
g. Azas
kedinamisan, yaitu menghendaki agar isi kegiatan terhadap sasaran
pelayanan peserta didik yang sama hendaknya selalu bergerak maju, tidak
menoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan
kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu.
h. Azas
kedinamisan, yaitu azas yang menghendaki agar isi kegiatan terhadap
sasaran pelayanan peserta didik yang sama. Guru dan pembimbing serta
pihak lain harus berperan dalam penyelenggaraan pelayanan BK
perludanterus berkembang. Koordinasi segenapBK itu harus dilaksanakan
dengan sebaik-baiknya.
i. Azas
kenormatifan, yaitu menghendaki segenap pelayanan/kegiatan BK
didasarkan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada,
yaitu nilai dan norma agama, sosial
dan peraturan, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan kebiasaan yang
berlaku. Peran penting pelayananBK ini harus dapat meningkatkan
kemampuan peserta didik memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai dan
norma tersebut.
j. Azas
keahlian, yaitu menghendaki agar pelayanan/kegiatan BK diselenggarakan
atas dasar kaidah-kaidah social nasional. Dalam hal ini para pelaksanaan
pelayanan/kegiatan BK hendaknya tenaga yang benar-benar ahli dalam
bidang bimbingan dan konseling. Keprofesionalan guru pembimbing BK harus
terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan
konseling maupun dalam penegakan kode etik BK.
k. Azas
alih tenaga kasus, yaitu menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu
menyelengarakan kegiatan bimbingan dan konseling (BK) secara tepat dan
tuntas atas suatu permasalahan peseta didik untuk mengalih tangankan
permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Guru pembimbing dapat
menerima alih tangan kasus dari orang tua, guru-guru lain, atau ahli
lain dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalih tangankan kasus
kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lainnya.
l. Azas
Tut Wuri Handayani, yaitu azasyang menghendaki agar guru pembimbing
senantiasa menjadi guru pendorong peserta didik dalam perwujudan
dirinya. Bimbinga dan konseling tidak hanya dirasakan adanya pada waktu
peserta didik mengalami masalah dan menghadapi guru pembimbing, namun
usaha bimbingan dan konseling senantisa dirasakan adanya dan manfaatnya
sebelum dan sesudah peserta didik menjalani layanan bimbingan dan
konseling secara langsung.
5. Bidang Bimbingan dan Konseling
Pelayanan bimbingan dan konseling di PAUD mencangkup tiga bidang, yaitu:
a. Bidang Bimbingan Pribadi-Sosial
Bidang
bimbingan pribadi-sosial membantu peserta didik untuk mencapai tujuan
tugas perkembangan pribadi-sosial dalam mewujudkan pribadi yang mandiri
dan bertanggung jawab. Adapun isi layanan bimbingan adalah:
1. Mengenalkan
ciri-ciri yang ada dalam diri sendiri, mengenalkan ciri khusus orang
lain, serta menunjukkan makna sikap yang baik dan yang tercela.
2. Mengenalkan
cara hidup sehat melalui makan makanan yang bergizi serta melakukan
kegiatan olah raga secara teratur, serta menjaga kebersihan.
3. Mengenalkan cara mengungkapkan perasaan bahagia dan sedih, serta memberikan gambaran berbagai perasaan dalam berbagai situasi.
4. Membimbing peserta didik menciptakan dan memelihara persahabatan, serta menjelaskan makna dari kerja sama.
5. Membimbing peserta didik mengenali
kecakapan yang dimilikinya, melatih cara mengambil keputusan,
menjelaskan perlunya memiliki beberapa pilihan sebelum mengambil
keputusan dan mengenalkan akibat dari keputusan yang diambil.
b. Bidang Bimbingan Belajar
Bidang
bimbingan belajar membantu peserta didik untuk mencapai tujuan tugas
perkembangan pendidikan dalam mewujudkan pribadi sebagai peserta didik
yang kreatif. Adapun isi layanan bimbingan adalah:
1. Mengenalkan cara merencanakan cita-cita
2. Menjelaskan apa arti suatu penilaian dalam proses belajar.
3. Mengenalkan hambatan-hambatan dalam proses belajar.
4. Menjelaskan tentang bagaimana melatih ketelitian dan kerapian.
5. Melatih cara menulis dengan baik.
c. Bidang Bimbingan Karier
Bidang
bimbingan karier membantu peserta didik agar sejak dini sudah mulai
belajar mengenal jenis-jenis pekerjaan serta memahami diri secara
sederhana tentang lingkungan dunia kerja.
1. Mengenalkan jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan orang dewasa.
2. Mengenalkan kegiatan-kegiatan yang menarik.
3. Menggambarkan perkembangan diri siswa serta keterampilan yang dimiliki.
4. Mengenalkan keterampilan yang dimiliki.
5. Menjelaskan contoh orang-orang yang berhasil.
6. Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling di PAUD
Bimbingan dan konseling di PAUD memiliki beberapa jenis layanan, antara lain yaitu:
a. LayananOrientasi
Layanan
orientasi bertujuan untuk membekali peserta didik untuk memasuki
suasana atau lingkingan baru.melalui layanan ini individu mempraktekan
berbagai kesempatan untuk memahami dan mampu melakukan kontak secara
kontruktiv dengan berbagai elemen suasana baru sehingga peserta didik di
harapkan dapat lebih mudah menyesuaikan diri terhadap pola kehidupan,kegiatan belajar dan
kegiatan lain yang mendukung keberhasilan mereka sebagai siswa baru
yang sedang dan akan berada pada suasana baru,kemungkinan sedikit banyak
mengalami masalah,baik yang sekarang maupun dalam konteks tertentu dan
masa mendatang. Melalui layanan orientasi ini di harapkan dapat mengantisipasi timbulnya masalah yang kemungkinan akan di hadapi siswa. Fungsi utama bimbingan yang di dukung oleh layanan orientasi ialah fungsi pemahaman dan pencegahan.
b. Layanan Informasi
Layanan informasi
bertujuan untuk membekali peserta didik dengan berbagai pengetahuan dan
pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri,
merencanakan dan mengembangkan pola kehidupan sebagai pelajar, anggota
keluarga dan mesyarakat.Pemahaman yang diperoleh melalui pelayanan
informasi dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam meningkatkan
kegiatan dan prestasi belajar, mengembangkan cita-cita, menyelenggarakan
kehidupan sehari-hari dan mengambil keputusan. Materi yang dapat
diberikan melalui layanan ini antara lain: pengembangan pribadi, proses
belajar mengajar, pendidikan lanjutan setelah PAUD atau TK, kehudupan
keluarga, social kemasyarakatan, social budaya dan lingkungan. Fungsi
utama bimbingan yang didukung oleh jenis layanan informasi ialah fungsi
pemahaman dan pencegahan.
c. Layanan Penempatan dan Penyaluran
Layanan
ini bertujuan membantu peserta didik untuk memperoleh penempatan dan
penyaluran secata tepat sesuai dengan potensi, bakat dan minat serta
kondisi pribadinya. Layanan penempatan dan penyaluran memungkinkan
peserta didik berada pada posisis dan pilihan yang tepat, yaitu
berkenaan dengan pengelompokan siswa terhadap suatu kegiatan, kelompok
pemilihan minat terhadap kegiatan tertentu, kegiatan ekstra-kulikuler,
program latihan, dan pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan kondisi
fisik dan psihisnya. Materi yang dapat diberikan dari layanan ini yaitu
penempatan di dalam kelas, penempatan dalam kelompok belajar, peempatan
jurusan yang sesuai dan penempatan dalam program-program lain yang lebih
luas.Fungsi utama bimbingan yang didukung oleh layanan ini adalah
fungsi pencegahan dan pemeliharaan.
d. Layanan Pembelajaran
Layanan
bimbingan ini memungkinkan peserta didik memahami dan mengembangkan
sikap dan kebiasaan belajar yang baik, keterampilan dan materi belajar
yang baik sesuai dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta
tuntutan kemampuan yang berguna dalam kehidupan dan perkembangan
dirinya. Fungsi utama bimbingan yang di dukung oleh layanan ini ialah
fungsi pemeliharaan dan pengembangan.
e. Layanan Bimbingan Individual
Layanan
bimbingan ini memungkinkan peserta didik mendapatkan layanan langsung
secara tatap muka dengan guru pembimbing/guru kelas yang langsung
berperan sebagai pembimbing dalam rangka pembahasan dan pengentasan
permasalahan yang dialami anak. Materi yang dapat diberikan melalui
layanan ini adalah disesuaikan dengan topic permasalahannya.Dalam
pelaksanaannya layanan ini biasa mencakup bidang bimbingan
pribadi-sosial, belajar dan karir.Fungsi utama bimbingan yang didukukng
oleh layanan ini ialah fungsi pengentasan.
f. Layanan Bimbingan Kelompok
Yaitu
layanan bimbingan yang bertujuan untuk memungkinkan peserta didik
secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari nara sumber yang
bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari baikk sebagai individu maupun
sebagai pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat. Bahan yang
dimaksudkan itu juga dapat dipergunakan sebagai acuan untuk mengambil
keputusan.Melalui layanan bimbingan kelompok para siswa dapat diajak
untuk bersama-sama mengemukakan pendapat tentang sesuatu hal dan
membicarakan topic-topik penting, mengembangkan nilai-nilai, dan
mengembangkan langkah-langkah untuk menangani permasalahan yang dibahas
dalam kelompok.Dengan demikian selain dapat membuahkan hubungan yang
baik antar anggota kelompok, kemampuan berkomunikasi antar individu,
pemahaman berbagai situasi dan kondisi lingkungan, juga dapat
mengembangkan sikap dan tindakan nyata untuk mencapai hal-hal yang di
inginkan sebagai mana yang di inginkan dalam kelompok.Fungsi utama
bimbingan yang di dukung oleh layanan bimbingan kelompok ialah fungsi
pemahaman dan pengembangan.
g. Layanan Konseling Kelompok
Yaitu layanan
bimbingan yang bertujuan memungkinkan peserta didik memperoleh
kesempatan bagi pembahasan dan pengentasan masalah yang dialami melalui
dinamika kelompok. Layanan konseling kelompok merupakan layanan
konseling yang diselenggarakan dalam suasana kelompok, dengan
memanfaatkan dinamika kelompok yang terjadi dalam kelompok itu, yang
meliputi berbagai masalah dalam segenap bidang bimbingan yaitu; pribadi,
ocial, belajar dan karir.Fungsi utama yang didukung oleh layanan
konseling kelompok ialah fungsi pengentasan.
h. Layanan Konsultasi
Yaitu
bimbingan yang dilaksanakan oleh konselor sekolah atau guru PAUD/TK
terhadap orang tua peserta didik, dengan harapan orang tua peserta didik
tersebut memperoleh wawasan, pemahaman dan cara-cara yang perlu
dilaksanakan dalam menangani kondisi atau permasalahan yang dialami oleh
putra – putrinya .konsultasi dapat dilakukan di berbagai tempat dan di
berbagai kesempatan, seperti di sekolah atau di luar sekolah atau di
tempat-tempat lain sesuai dengan kesepakatan bersama. Layanan ini
bertujuan agar orang tua peserta didik atau orang tua peserta didik atau
orang yang berkonsultasi dengan kemampuannya sendiri dapat menangani
kondisi permasalahan yang dialami oleh putra-putrinya.Fungsi utama
layanan konsultasi ini adalah fungsi pengentasan.
i. LayananMediasi
Yaitu
layanan bimbingan yang di laksanakan oleh guru kelas/konselor terhadap
dua orang peserta didik yang sedang dalam keadaan saling tidak menemukan
kecocokan tersebut menjadikan mereka saling berhadapan,saling
bertentangan,saling bermusuhan. Pihak-pihak yang berhadapan itu jauh
dari rasa damai,bahkan mungkin ingin saling menghancurkan.dengan layanan
ini guru/konselor berusaha mengantarai atau membangun hubungan antara
mereka sehingga mereka akan menyadari akan kesalahan masing-masing.
Dengan demikian dapat menghentikan dan terhindar dari pertentangan lebih
lanjut yang merugikan semua pihak.Layanan mediasi pada umum nya
bertujuan agar tercapai kondisi hubungan yang positif dan kondusif di
antara peserta didik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar